RESENSI
NOVEL
“RAKSASA
DARI JOGJA”
DWITASARI
I.
Identitas
Novel :
1. Judul :
Raksasa Dari Jogja
2. Pengarang
: Dwitasari
3. Tahun Terbit :
Oktober, 2012
4. Penerbit :
PlotPoint (PT Bentang Pusaka)
5. Tebal Halaman
: 271 Halaman
6. Kategori
: Novel Remaja (fiksi)
II.
Sinopsis ( ringkasan
cerita ) :
“Cinta tak pernah sederhana bagi seseorang
yang telah disakiti, dilukai, dan dikhianati berkali-kali.”
Indah rasanya bila di suatu tempat pada
akhirnya kita menemukan sesosok belahan jiwa. Inilah yang di ceritakan oleh
Dwitasari kepada pembaca Raksasa dari Jogja. Buku ini
menceritakan tentang seorang gadis bernama Bianca Dominique. Ia digambarkan
sebagai sosok pencari makna cinta. Ketika pertengkaran demi pertengkaran
terjadi di antara mama dan papa Bianca. Pertengkaran, yang menimbulkan
bantingan piring dan barang pecah belah lainnya. Bebunyian itu begitu sering
terdengar oleh telinga Bianca, wanita yang mencoba bertahan meskipun terluka
perlahan. Ia masih bertahan, bahkan ketika wajah ibunya lebam oleh pukulan
ayahnya.
Bianca masih bertahan, bahkan saat
pelipis ibunya mengeluarkan darah segar karena tinju dari ayahnya. Rasanya
menyakitkan saat kau harus tetap beranggapan bahwa keluargamu baik-baik saja,
namun yang sebenarnya terjadi adalah Bianca menyembunyikan perasaannya. Akibat
pertengkaran itu ia jadi tidak percaya tentang cinta.
Namun dalam ketidakpercayaannya, ia
diam - diam mencari jawabannya. Dalam tangis dan luka hatinya ia berjuang. Ia
pernah sekali jatuh cinta kepada cowok bernama Joshua teman semasa SMA nya
dulu, sampai sekarang pun ia masih sangat menyukainya. Namun takdir berkata
lain walaupun Bianca sangat menyukai Joshua tetapi cowok itu direbut oleh
sahabat terbaiknya, Letisha. Letisha menjalin hubungan kasih bersama Joshua.
Ya, Joshua, pria yang beberapa tahun terakhir terselip dalam hafalan doa
Bianca. Joshua, cinta pertamanya yang ia biarkan kandas di tengah jalan, karena
sahabatnya sendiri.
Pengkhianatan terjadi berkali-kali. Dia
tersakiti oleh perlakuan ayahnya terhadap ibunya, ia juga tersakiti oleh
perlakuan sahabatnya sendiri. Pernikahan katanya terjadi karena cinta,
persahabatan terjadi juga karena kasih dan cinta. Tapi, pernikahan yang
harusnya sakral, persahabatan yang harusnya kekal; malah menjadi sebab Bianca
benar-benar terluka. Cinta. Cinta. CINTA! Dalam pengkhianatan berkali-kali,
Bianca berfikir pantaskah ia terus mempercayai cinta?
Ia mencoba meraba-raba hatinya sendiri,
merangkak perlahan, berjalan dari keterpurukannya selama ini. Hingga akhirnya
Bianca memutuskan kuliah di Jogjakarta, meninggalkan Letisha dan Joshua dan
meninggalkan mama dan papanya. Ada rasa sedih yang menguat di hati Bianca
karena meninggalkan mamamnya sendiri, ia takut mamanya akan di pukul oleh
papanya lagi. Namun akhirnya ia berangkat ke Jogjakarta setelah diyakinkan oleh
mamanya bahwa dirinya akan baik-baik saja di Jakarta.
Daerah istimewa yang terkenal menyimpan
kenangan manis bagi banyak orang. Tempat yang selalu membawa seseorang kembali,
selalu kembali, tak lupa untuk kembali. Di sana Bianca tinggal bersama
sepupunya bernama Kevin dan Bude Sumiyati ibu dari Kevin , beliau sangat baik
hati dan sangat menyayangi Bianca seperti anaknya sendiri, ia sangat senang
jika Bianca akan tinggal di Jogjakarta bersamanya dan Kevin. Bianca kuliah di
Universitas Wiyata Mandala. Di Jogjakarta juga ia bertemu dengan Gabriel.
Seorang pria berpostur tinggi besar, yang mengindap penyakit gigantisme.
Awalnya ia tidak tertarik pada pria itu karena postur tubuhnya yang aneh dan
tidak sepadan dengan tinggi badanya yang kecil.
Namun selalu saja ada peristiwa yang terjadi
karena ketidaksengajaan dan membuatnya bertemu dengannya lagi.
Mulai dari satu universitas karena
Gabriel ada seniornya lalu bertemu di halte busway saat Gabriel berusaha
melindungi Bianca terjatuh saat terjadi penumpukan penumpang dan saat Bianca
bertemu dengannya di Pasar Beringharjo , di pasar itu Bianca mulai menyadari
ada sesuatu yang aneh dalam hatinya saat ia mulai merasa ingin memperhatikannya
dan selalu menatap wajahnya yang dirasa Bianca cukup manis itu. Namun Bianca
tak percaya cinta, sungguh ia tak lagi punya alasan untuk percaya cinta. Tapi,
Gabriel membuka mata Bianca dengan cara yang berbeda. Bianca terdiam, haruskah
ia menerima kehadiran Gabriel sebagai “malaikat” pembawa kabar baik dalam
hidupnya? Apakah Gabriel adalah “malaikat” yang ditakdirkan Tuhan untuk menarik
Bianca dari goa kegelapan menuju cahaya matahari?
Hari terus berlalu semakin lama ia
semakin dekat dengan cowok yang bernama Gabriel, ia percaya bahwa Gabriel akan
mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna. Awalnya Kevin sepupu Bianca tidak
setuju Bianca dengan Gabriel namun dengan seiring waktu Kevin percaya bahwa
Gabriel memang malaikat bagi Bianca yang mampu membuatnya tersenyum kembali
dari semua masalah yang dihadapinya. Pertemuan yang selalu terjadi
secara tidak sengaja, secara perlahan dan harus melewati banyak konflik itu
akhirnya membuat Gabriel mempercayakan Bianca sebagai tulang rusuk yang sengaja
diciptakan Tuhan untuknya. Bianca menemukan Gabriel, begitu pun Gabriel
menemukan Bianca.
Dua manusia bersatu
untuk menyimpan cinta. Seorang aku dan seorang kamu telah menjadi kita. Meredam
egoisme, menyatukan idealisme. Melupakan perbedaan, mengakhiri beban. (hlm.268)
Dan pada akhirnya mama dan papa Bianca
bercerai dari semua masalah dan beban yang diterima oleh mama Bianca membuatnya
lelah dan mengakhiri semuanya. Letisha pun meminta maaf pada Bianca karena
telah merebut Joshua dan ia menyesal , Bianca pun telah memaafkannya dan
membuat letisha dan Joshua kembali menjalin kasih dengan segala keikhlasan
hatinya. Bianca pun hidup bahagia bersama mama , Kevin , Gabriel, dan Bude
Sumiyati di kota kesayangannya Jogjakarta.
III.
Unsur intrinsik novel :
a)
Tema : Antara Cinta, Kasih Sayang dan
Persahabatan
b)
Tokoh dan Penokohan :
1.
Bianca Dominique : wanita yang
kuat dan cerdas, penyayang, rela berkorban demi sahabatnya sendiri, pantang
menyerah , polos , lugu , baik hati dan pemaaf
2.
Mama Bianca : baik hati, tidak tegaan, tulus
hatinya , sangat penyayang, lemah terhadap kekerasan , lugu , bekerja keras
demi keutuhan keluarganya meski pada akhirnya harus bercerai dengan suaminya
demi Bianca , sangat bijaksana dalam menghadapi dan mengambil keputusan , tidak
pendendam meskipun telah disakiti oleh papa Bianca berkali-kali
3.
Kevin : sangat penyayang , tulus
hatinya , rela berkorban , terlalu khawatir terhadap adik sepupunya Bianca ,
sedikit tertutup , kakak yang baik dan perhatian, suka berburuk sangka tapi
sebenarnya hatinya baik
4.
Bude sumiyati : baik hati ,penyayang,
pintar cerdas, ramah dan sopan
5.
Gabriel : baik hati , rela berkorban ,
suka menolong terbukti saat ia menolong seorang anak panti asuhan yang ia
dirikan akan dijual oleh orang tua angkatnya sendiri , tidak pendendam dan
pemarah , pemaaf , tulus
6.
Papa Bianca : keras kepala ,
sangat kasar terhadap istrinya , tidak bijaksana , tidak jujur , tidak setia ,
mudah marah
7.
Joshua : teman yang baik bagi Bianca, tidak
peka terhadap perasaan Bianca
8.
Letisha : sahabat yang baik walaupun pernah
menyakiti hati Bianca , suka berterus terang, apa adanya , mau mengakui
kesalahan pada Bianca
IV.
Alur :
Alur campuran ( maju dan mundur ) :
Alur maju: ketika prolog sampai tengah cerita alurnya maju karena
menyeritakan awal dari kisah Bianca Dominique dan keluarganya dan hal hal yang
membuat Bianca tidak percaya cinta dan memutuskan untuk kuliah di Jogjakarta
Alur mundur : ketika di novel diceritakan bahwa Bianca pernah
menyukai seorang cowok bernama Joshua ketika SMA dulu serta cerita saat Bianca
mengingat peristiwa bahagia sebelum mama dan papanya selalu bertengkar hebat
dan akhirnya bercerai.
V.
Setting ( latar ) :
1.
Latar tempat : di rumah Bianca ( Jakarta), di
Universitas Wiyata Mandala, di rumah Bude Sumiyati, di rumah sakit ketika mama
Bianca masuk rumah sakit, di lereng gunung merapi ketika Bianca sedang kemah
bersama Gabriel, di angkringan Jogjakarta
2.
Latar waktu : pagi hari, siang
hari, malam hari
3.
Latar suasana : mengharukan,
menyedihkan, menyenangkan, menegangkan, menyeramkan, mengkhawatirkan
VI.
Gaya bahasa :
Bahasa yang digunakan secara keseluruhan
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik namun ada satu dua kata yang menggunakan
bahasa anak muda seperti lo gue dan bahasa daerah bahasa jawa seperti neng endi
, piye? Dll
VII.
Sudut pandang :
Secara
keseluruhan novel ini menggunakan sudut pandang ke-Aku-an karena ceritanya
banyak menggunakan kata aku dan Bianca sendiri adalah tokoh utama dalam novel
tersebut. Tokoh utama sebagai pelaku utama.
7. Amanat :
·
Jangan kasar atau
menyakiti wanita karena jika menyakiti wanita apalagi wanita itu tidak bersalah
sama saja kamu menyakiti hati ibumu sendiri
·
Selalu patuh dan taat
kepada kedua orang tua
·
Mudah memaafkan
kesalahan orang lain karena memaafkan orang lain adalah hal yang sangat mulia
daripada pendendam
·
Selalu bertanggung
jawab dan jujur atas kesalahan diri masing-masing
·
Jangan bertindak
gegabah atau berprasangka buruk terhadap orang lain
·
Selalu menolong orang
yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah
·
Jangan mudah menyerah
dan berputus asa, tetapi yakin dan tetap optimis
·
Tidak mudah melupakan
hasil karya daerah sendiri
·
Tidak bermuka dua
atau menusuk teman dari belakang
8. Nilai
– nilai yang terkandung :
Nilai moral : tidak bertindak kasar pada wanita, tidak berburuk
sangka pada orang lain, jangan bersikap egois, senang menolong, bertindak jujur
dan bertanggung jawab, jangan suka berbohong
Nilai sosial : senang membantu orang yang sedang tertimpa musibah
atau kesusahan, bersikap murah hati dan dermawan pada orang yg tidak mampu atau
anak yatim
Nilai budaya : patuh terhadap kedua orang tua, sopan kepada orang
yang lebih tua, menghormati orang lain, selalu membanggakan hasil karya daerah
sendiri , bersikap bijaksana terhadap masalah yang sedang di hadapi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar