KRITIK NOVEL “DAKWAAN DARI ALAM BAKA”
Novel Dakwaan
Dari Alam Baka karya Mira. W ini menceritakan tentang Rindang, seorang siswi
SMU yang dihamili oleh Pak Sabdono, guru olahraganya. Rindang enggan
menggugurkan anak yang dikandungnya tersebut meskipun Pak Sabdono tidak mau
bertanggung jawab dan memaksanya untuk menggugurkan kandungannya. Anak itupun
akhirnya lahir, tanpa ayah dan juga tanpa lengan. Karena tidak kuat dengan
beban yang ditanggungnya, Rindang pun memutuskan untuk bunuh diri.
Tiga puluh tahun
berselang, gadis penuntut umum tanpa lengan yang bernama Farida menangani kasus
pemerkosaan yang dilakukan seorang guru olahraga bernama Sabdono Leksono. Pak
Sabdono yang terbukti bersalah hanya mendapat hukuman tujuh bulan penjara. Hal
ini membuat Farida kecewa dan berusaha mencari saksi-saksi lain yang
berhubungan dengan Pak Sabdono.
Dengan tekad
yang kuat, Farida pun semakin mendalami kehidupan masa lalu Pak Sabdono yang
ternyata guru dari ibu kandungnya. Ternyata ibu kandung Farida yang bernama Rindang
merupakan salah satu dari sekian banyak korban asusila yang dilakukan Pak
Sabdono, dan Farida lah anak dari hubungan tersebut. Mengetahui tentang fakta
tersebut, Farida tetap melanjutkan usahanya dan berhasil memperberat hukuman
Pak Sabdono menjadi tiga tahun penjara.
Sudut pandang
penulis pada novel ini adalah orang ketiga sebagai yang serba tahu. Namun, saat
membaca saya cenderung merasa ceritanya seperti sudut pandang orang pertama,
karena ceritanya yang hanya berputar di kehidupan Farida dan tidak ada sudut
pandang dari kehidupan tokoh lain.
Selain itu,
kalimat dalam novel ini dinilai terlalu jelas karena kurang dalam menggunakan
majas-majas. Padahal Mira.W termasuk dalam penulis yang produktif pada masanya,
yang seharusnya sudah luwes dalam menggunakan berbagai macam gaya bahasa.
Novel yang
beralur campuran ini mungkin akan membingungkan pembaca karena sering terjadi
beralur flashback di bebrapa bagian. Hal ini membuat pembaca harus lebih teliti
dan benar-benar memahami cerita dari setiap bab.
Mungkin awal
dari cerita dalam novel ini begitu menarik dan membuat penasaran, namun pada
bagian akhirnya mudah ditebak. Hal ini terjadi karena dibagian awal novel sudah
dijelaskan tentang lahirnya bayi tanpa lengan dari hubungan yang haram. Dan
sudah jelas Farida gadis penuntut umum tanpa lengan itu adalah bayi haram yang
dijelaskan pada bagian awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar