Kategori

Kamis, 10 November 2016

Kritik Novel "Dakwaan dari Alam Baka" oleh Hana Restu O.

KRITIK NOVEL “DAKWAAN DARI ALAM BAKA”

Novel Dakwaan Dari Alam Baka karya Mira. W ini menceritakan tentang Rindang, seorang siswi SMU yang dihamili oleh Pak Sabdono, guru olahraganya. Rindang enggan menggugurkan anak yang dikandungnya tersebut meskipun Pak Sabdono tidak mau bertanggung jawab dan memaksanya untuk menggugurkan kandungannya. Anak itupun akhirnya lahir, tanpa ayah dan juga tanpa lengan. Karena tidak kuat dengan beban yang ditanggungnya, Rindang pun memutuskan untuk bunuh diri.

Tiga puluh tahun berselang, gadis penuntut umum tanpa lengan yang bernama Farida menangani kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang guru olahraga bernama Sabdono Leksono. Pak Sabdono yang terbukti bersalah hanya mendapat hukuman tujuh bulan penjara. Hal ini membuat Farida kecewa dan berusaha mencari saksi-saksi lain yang berhubungan dengan Pak Sabdono.
Dengan tekad yang kuat, Farida pun semakin mendalami kehidupan masa lalu Pak Sabdono yang ternyata guru dari ibu kandungnya. Ternyata ibu kandung Farida yang bernama Rindang merupakan salah satu dari sekian banyak korban asusila yang dilakukan Pak Sabdono, dan Farida lah anak dari hubungan tersebut. Mengetahui tentang fakta tersebut, Farida tetap melanjutkan usahanya dan berhasil memperberat hukuman Pak Sabdono menjadi tiga tahun penjara.
Sudut pandang penulis pada novel ini adalah orang ketiga sebagai yang serba tahu. Namun, saat membaca saya cenderung merasa ceritanya seperti sudut pandang orang pertama, karena ceritanya yang hanya berputar di kehidupan Farida dan tidak ada sudut pandang dari kehidupan tokoh lain.
Selain itu, kalimat dalam novel ini dinilai terlalu jelas karena kurang dalam menggunakan majas-majas. Padahal Mira.W termasuk dalam penulis yang produktif pada masanya, yang seharusnya sudah luwes dalam menggunakan berbagai macam gaya bahasa.
Novel yang beralur campuran ini mungkin akan membingungkan pembaca karena sering terjadi beralur flashback di bebrapa bagian. Hal ini membuat pembaca harus lebih teliti dan benar-benar memahami cerita dari setiap bab.

Mungkin awal dari cerita dalam novel ini begitu menarik dan membuat penasaran, namun pada bagian akhirnya mudah ditebak. Hal ini terjadi karena dibagian awal novel sudah dijelaskan tentang lahirnya bayi tanpa lengan dari hubungan yang haram. Dan sudah jelas Farida gadis penuntut umum tanpa lengan itu adalah bayi haram yang dijelaskan pada bagian awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar