Kategori

Kamis, 10 November 2016

Resensi Cerpen "Dua Orang Sahabat" Karya A.A. Navis oleh Raisha P. M.


Resensi Cerpen "Dua Orang Sahabat" Karya A.A. Navis

Sumber cerita : http://www.lokerseni.web.id/2011/08/cerpen-persahabatan-dua-orang-sahabat.html?m=1
A.  ALUR
Alur dalam cerpen ini merupakan alur campuran, ada maju juga flash backnya. Dari awal si tokoh yang sedang berjanjian bertemu dengan tokoh lainnya dan sedikit menceritakan cerita yang di masa lalu.
B.  TOKOH dan PERWATAKAN
1)      Si Kekar:
Si Kekar ini berbadan besar dan kekar, juga berotot, tangguh, berani, kuat, sangar dan galak.
Kutipan dari cerpen :
"Gila. Dia berani. Sekali aku pukul, pasti klenger." kata si kekar dalam hatinya.
2)      Si Kurus (Dali):
Si Kurus ini berbadan kurus, tertindas, memiliki pemikiran berani dan kuat, sangat pendiam dan cuek.
Kutipan dari cerpen :
"Mengapa dia berani? Apa dia punya ilmu? Ilmu apa? Ah, ilmu. Kalau orang Indonesia punya ilmu, tidak akan bisa Belanda lama-lama menjajah negeri ini. Tapi dia ini punya ilmu apa?" kata si kekar lagi pada dirinya.
3)      Nita:
Si Nita ini  tokohnya adalah wanita biasa yang ada pada jamannya, lugu, polos, baik, rendah hati, penyayang, dan setia.
C.  LATAR/SETTING
1.      Latar Waktu
          ~ Malam
Kutipan dari cerpen :
“Keduanya sama mendekatkan arloji ke mata, seolah hendak tahu apa mereka tiba tepat waktu. Ketika itu malam belum lama tiba.”


           ~ Sore
Kutipan dari cerpen :
“Hujan yang turun sedari sore, tinggal renyai. Malam menjadi kian gelap dan lebih dingin hawanya.”
2.      Latar Tempat
          ~ Jembatan Beton
Kutipan dari cerpen :
“Seperti sudah dijanjikan, dua orang lelaki bertemu di jempatan beton dekat simpang tiga depan kantor pos.”
          ~ Pegunungan
Kutipan dari cerpen :
“Dibendung oleh kabut yang biasa turun di kota pegunungan itu.”
          ~ Indonesia
Kutipan dari cerpen :
“Kalau orang Indonesia punya ilmu, tidak akan bisa Belanda lama-lama menjajah negeri ini.”
          ~ Rumah Pinggir Jalan
Kutipan dari cerpen :
“Rumah-rumah di kedua pinggir jalan itu sudah jarang letaknya. Listrik belum sampai ke sana. Hanya cahaya lampu minyak mengintip dari celah dinding anyaman bambu. Rumah-rumah itu sunyi dan hitam. Sesunyi dan sehitam alam hingga ke puncak bukit. Sedangkan bukit itu terpampang bagai mau merahapi alam kecil di bawahnya.”
          ~ Padang Luas
Kutipan dari cerpen :
“Dan memang tak lama kemudian mereka sampai ke suatu padang luas yang membujur di sepanjang kaki bukit di kejauhan itu. Tiada pohon tumbuh disitu. Selain belukar menyemak.”
D.  TEMA
Tema yang dapat disimpulkan dari cerpen ini dapat bermacam-macam, seperti
Persahabatan, Percintaan, Pertengkaran, Keangkuhan, Kesombongan.

E.  Amanat

            Kita harus bisa bersahabat dengan begitu baiknya, begitu ikhlasnya, begitu mulianya juga begitu setianya meskipun di dalam persahabatan itu tidak dipungkiri pasti tetap ada perselisihan-perselisihan yang menyelimuti. Tetapi semua itu juga kembali lagi kepada kita sejauh mana kita akan memaknai sebuah persahabatan itu. Dan dari persahabatan itu juga kita bisa menjadi sosok yang berubah-berubah menjadi baik atau tidak tergantung dari persahabatan yang kita jalani dan tentunya kita maknai itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar