Resensi Cerpen "Dua Orang Sahabat" Karya A.A. Navis
Sumber cerita :
http://www.lokerseni.web.id/2011/08/cerpen-persahabatan-dua-orang-sahabat.html?m=1
A. ALUR
Alur dalam cerpen ini merupakan alur
campuran, ada maju juga flash backnya. Dari awal si tokoh yang sedang
berjanjian bertemu dengan tokoh lainnya dan sedikit menceritakan cerita yang di
masa lalu.
B. TOKOH dan PERWATAKAN
1)
Si Kekar:
Si Kekar ini berbadan besar dan kekar,
juga berotot, tangguh, berani, kuat, sangar dan galak.
Kutipan dari cerpen :
"Gila. Dia berani. Sekali aku pukul,
pasti klenger." kata si kekar dalam hatinya.
2)
Si Kurus (Dali):
Si Kurus ini berbadan kurus, tertindas, memiliki
pemikiran berani dan kuat, sangat pendiam dan cuek.
Kutipan dari cerpen :
"Mengapa dia berani? Apa dia punya
ilmu? Ilmu apa? Ah, ilmu. Kalau orang Indonesia punya ilmu, tidak akan bisa
Belanda lama-lama menjajah negeri ini. Tapi dia ini punya ilmu apa?" kata
si kekar lagi pada dirinya.
3)
Nita:
Si Nita ini tokohnya adalah wanita biasa yang ada pada jamannya,
lugu, polos, baik, rendah hati, penyayang, dan setia.
C. LATAR/SETTING
1.
Latar Waktu
~ Malam
Kutipan dari cerpen :
“Keduanya sama mendekatkan arloji ke mata,
seolah hendak tahu apa mereka tiba tepat waktu. Ketika itu malam belum lama
tiba.”
~ Sore
Kutipan dari cerpen :
“Hujan yang turun sedari sore, tinggal
renyai. Malam menjadi kian gelap dan lebih dingin hawanya.”
2.
Latar Tempat
~ Jembatan Beton
Kutipan dari cerpen :
“Seperti sudah dijanjikan, dua orang
lelaki bertemu di jempatan beton dekat simpang tiga depan kantor pos.”
~ Pegunungan
Kutipan dari cerpen :
“Dibendung oleh kabut yang biasa turun di
kota pegunungan itu.”
~ Indonesia
Kutipan dari cerpen :
“Kalau orang Indonesia punya ilmu, tidak
akan bisa Belanda lama-lama menjajah negeri ini.”
~ Rumah Pinggir Jalan
Kutipan dari cerpen :
“Rumah-rumah di kedua pinggir jalan itu
sudah jarang letaknya. Listrik belum sampai ke sana. Hanya cahaya lampu minyak
mengintip dari celah dinding anyaman bambu. Rumah-rumah itu sunyi dan hitam.
Sesunyi dan sehitam alam hingga ke puncak bukit. Sedangkan bukit itu terpampang
bagai mau merahapi alam kecil di bawahnya.”
~ Padang Luas
Kutipan dari cerpen :
“Dan memang tak lama kemudian mereka
sampai ke suatu padang luas yang membujur di sepanjang kaki bukit di kejauhan
itu. Tiada pohon tumbuh disitu. Selain belukar menyemak.”
D. TEMA
Tema yang dapat disimpulkan dari cerpen
ini dapat bermacam-macam, seperti
Persahabatan, Percintaan, Pertengkaran,
Keangkuhan, Kesombongan.
E. Amanat
Kita harus bisa bersahabat dengan begitu baiknya, begitu ikhlasnya,
begitu mulianya juga begitu setianya meskipun di dalam persahabatan itu tidak
dipungkiri pasti tetap ada perselisihan-perselisihan yang menyelimuti. Tetapi
semua itu juga kembali lagi kepada kita sejauh mana kita akan memaknai sebuah
persahabatan itu. Dan dari persahabatan itu juga kita bisa menjadi sosok yang
berubah-berubah menjadi baik atau tidak tergantung dari persahabatan yang kita
jalani dan tentunya kita maknai itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar